Pandangan Islam Tentang Manusia (PIDATO)

NAMA : ENY PURWATI

NPM      :10.8.03.51.30.1.5.1574

KELAS :IV (AMLAPURA)

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Yang terhormat bapak dosen agama islam

Yang kami hormati seluruh mahasiswa agama islam

Alhamdulillahirobbil’alamin,wassholatuwassalamu’alaa asrofilambiya’iwalmursalin wa’alaaalihi washohbihi ajma’in amma ba’du

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kita kepada Allah SWT,karena berkat rahmat taufiq serta hidayah-Nyalah kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat,kedua kalinya tak lupa kita curahkan sholawat serta salam kepada baginda Muhammad SAW ,yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang yakni addinul islam.

Dalam kesempatan kali ini saya akan membawakan pidato yang berjudul Pandangan Islam Tentang Manusia.

Hadirin yang d muliakan Allah,

Sesunguhnya manusia itu diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang sempurna dan bagus, dan manusia diciptakan sebagai kholifah Allah di Bumi, dan telah dijadikan Bumi seisinya untuk tunduk kepada manusia.Allah Befirman :   (لقد خلقنا الإنسان فى اًحسن تقويم ) “Sungguh Kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna”(At-Tiin: ayat 5)
Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa benar adanya jika manusia itu sebenarnya dari tanah. Tanpa adanya tanah tidak mungkin manusia bisa tumbuh. Semua makanan yang ada, pada awalnya adalah dari tanah.Kewajiban manusia sebagai kholifah di bumi adalah tidak lain hanya untuk menyembah Allah semata.Menurut Islam manusia itu terdiri dari dua bagian yang membuatnya menjadi manusia sempurna, yaitu terdiri dari Jasmani dan rohani, disamping itu manusia juga telah dikaruniai fitrah.Kita hidup di dunia ini bisa menyaksikan sendiri ada persamaan-persamaan yang dimiliki manusia.Seperti Cinta keadilan, kasih sayang, dan lainnya, itulah menurut kami yang disebut fitrah.

Hadirin yang berbahagia,

Manusia adalah ciptaan Allah yang paling besar, untuk itu terlebih dahulu kita harus mengenal-Nya.Kalau manusia itu sudah mengenal jiwanya pasti ia akan mengenal Tuhannya.Pernyataan ini identik dengan bunyi suatu kalimat:
“Barang siapa sudah mengenal jiwanya, maka ia akan mengenal Tuhannya” Manusia ditinjau dari susunan postulat tubuhnya adalah ciptaan Allah yang paling sempurna ditimbang makhluk hidup lainnya yang ada dimuka bumi.Berangkai dari persepsi semacam itu maka eksistensi manusia baik yang bersifat ektern maupun intern selalu memperlihatkan kesempurnaan dari ciptaan yang begitu mendetail lewat gerakan anggota tubuhnya.
Manusia adalah makhluk yang tercipta berdasarkan ketentuan Allah, bukan secara kebetulan dan serampangan.Ia tercipta untuk tujuan tertentu bukan untuk kesia-siaan.Walaupun manusia dinobatkan sebagai khalifah karena dikaruniai pemberian, mempunyai berbagai pengetahuan dan mampu menganalisa aspek-aspek penting dalam kekhalifahan dan mengkaji hukum-hukum alam,namun ia masih tergolong sebagai makhluk yang lemah,seringkali ditaklukan oleh hawa nafsu,dan tidak mengenal jiwanya.“Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah.Dan apabila ia mendapat kesenangan,ia amat kikir”(Al-Ma’arij 19-21).Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang misterius dan sangat menarik. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak hal-hal mengenai manusia yang belum terungkapkan.Dan dikatakan menarik karena manusia sebagai subjek sekaligus sebagai objek kajian yang tiada henti-hentinya terus dilakukan manusia khususnya para ilmuwan.Oleh karena itu ia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu, kini dan kemudian hari.Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia,karya dan dampak karyanya terhadap dirinya sendiri,masyarakat dan lingkungan hidupnya.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Manusia memiliki potensi(daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah.Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya, ruh yang berada di alam ghaib itu ditanya Allah,sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an:Artinya:“apakah kalian mengakui Aku sebagai Tuhan kalian?(para ruh itu menjawab) “ya, kami akui(kami saksikan)Engkau adalah Tuhan kami”),(QS. Al-A’raf:172).Manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh kepada Allah, menjadi muslim.Tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia dapat tidak dipercaya, tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah,bahkan mengingkari-Nya,menjadi kafir.Karena itu di dalam Al-Qur’an ditegaskan oleh Allah yang artinya:“Dan katakan bahwa kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu.Barangsiapa yang mau beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang tidak ingin beriman, biarlah ia kafir.”(QS.Al-kahfi:29).Dalam surat Al-Insan juga dijelaskan:Artinya: “Sesungguhnya kami telah menunjukinya jalan yang lurus (kepada manusia),ada manusia yang syukur, ada pula manusia yang kafir”.Oleh karena itu kita sebagai manusia harus pandai-pandai bersukur,agar tidak menjadi orang yang kufur ni’mat.Apakah kita sudah menjadi manusia yang berguna,beriman,dan bertaqwa?mari kita sama-sama mengintropeksi diri sendiri,agar kita kelak selamat di dunia dan akhirat.Aamiin Allahumma Aamiin

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan,kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

billahi taufiq wal hidayah,

WASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

semoga bermanfaat🙂

Posted on May 13, 2013, in Agama Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: