RINGKASAN SKRIPSI

PENERAPAN PENDEKATAN PMR SEBAGAI UPAYA UNTUK

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR

SISWA DALAM PEMBELAJARAN KESEBANGUNAN

DAN KEKONGRUENAN  BANGUN  DATAR

PADA SISWA KELAS IXB
SMP NEGERI 1 ABANG

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

OLEH : NI LUH YESI SEPTIANA

 

RINGKASAN

DITULIS UNTUK MEMENUHI TUGAS DALAM

MATA KULIAH METODE PENELITIAN

 

DOSEN PEMBINA

Drs. I WAYAN SUANDHI, M. Pd

 

OLEH :
ENY PURWATI

NPM. 10.8.03.51.30.1.5.1574

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

2013

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.      Latar Belakang Masalah

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang merasa sangat perlu untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan tidak terlepas dari komponen-komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran di kelas.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, rendahnya aktivitas dan prestasi belajar siswa ini juga terjadi di SMP Negeri 1 Abang khususnya pada kelas IX B tahun pelajaran 2011/2012. Rendahnya prestasi belajar siswa ini terlihat dari pencapaian nilai rata-rata Ujian Akhir Semester Genap kelas VIII B tahun pelajaran 2010/2011 yaitu 56,70.    Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka pendekatan pembelajaran  yang selama ini diterapkan nampaknya perlu diubah, dimodifikasi dan dikembangkan. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang dirasa sesuai adalah pendekatan PMR.

 

 

  1. B.  Fokus Penelitian

Meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui penerapan pendekatan PMR dalam pembelajaran kesebangunan dan kekongruenan bangun datar  pada siswa kelas IX B SMP Negeri 1 Abang tahun pelajaran 2011/2012.

  1. C.  Rumusan Masalah

Bertitik tolak pada latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.

            Apakah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IX B SMP Negeri 1 Abang tahun pelajaran 2011/2012 melalui penerapan pendekatan PMR dalam pembelajaran kesebangunan dan kekongruenan bangun datar.

 

 

  1. D.  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX B SMP Negeri 1 Abang tahun pelajaran 2011/2012 melalui penerapan pendekatan PMR dalam pembelajaran kesebangunan dan kekongruenan bangun datar.

 

  1. E.  Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.

 

 1. Bagi Siswa

(a) Meningkatnya aktivitas dan prestasi belajar siswa, (b) Siswa lebih

termotivasi dalam belajar matematika, (c) Siswa dapat melihat manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari, (d) Siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya.

 

 2. Bagi Guru

PMR ini dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan model pembelajaran dalam upaya meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa.

 

  1.  3.   Bagi Sekolah

Dengan penerapan pendekatan PMR, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

 

  1. E.  Penjelasan Istilah

 

  1. 1.    Penerapan

 Penerapan dalam penelitian adalah kesanggupan seseorang untuk mempratekkan tata cara atau metode-metode dalam pembelajaran.

  1. 2.    Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR)
    Pendekatan PMR adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang dimulai dari masalah – masalah nyata.

 

  1. 3.    Prestasi Belajar

 Prestasi belajar adalah kemampuan aktual siswa dalam memahami suatu konsep, yang dapat diukur dengan tes yang hasilnya berupa skor dalam bentuk angka.

 

4 Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan baik secara jasmani dan rohani selama proses pembelajaran berlangsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. A.  Teori Belajar Konstruktivisme

Menurut Cobb (dalam Suherman dkk., 2003:10) belajar matematika merupakan proses dimana siswa  secara aktif mengkonstruksi pengetahuan matematika. Dalam konstruktivisme,belajar adalah proses membangun atau membentuk makna, pengetahuan, konsep dan gagasan melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.

 

  1. B.  Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR)

 

  1. 1.    Pengertian

Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang dimulai dari masalah – masalah nyata.

 

  1. 2.    Ciri-Ciri Pendekatan PMR

Pendekatan PMR dicirikan oleh beberapa yaitu:

(a) matematika dipandang sebagai kegiatan manusia sehari – hari; (b) belajar matematika berarti bekerja dengan matematika; (c) siswa diberi kesempatan untuk menemukan konsep – konsep matematika dibawah bimbingan guru; (d) Proses belajar mengajar berlangsung secara interaktif, dan siswa menjadi fokus dari semua aktifitas di kelas.; (e) Aktivitasnya adalah menemukan masalah – masalah kontekstual, memecahkan masalah, dan mengorganisir bahan ajar.

  1. 3.    Prinsip-Prinsip Pendekatan PMR

Prinsip kunci pendekatan PMR, yaitu: (1) menemukan kembali, (2) fenomena didaktik, (3) pengembangan model sendiri.

  1. 4.    Karakteristik Pendekatan PMR

 

  1. a.     Menggunakan Konteks

Konteks adalah lingkungan keseharian siswa yang nyata. Dalam pendekatan PMR, pembelajaran diawali dengan masalah kontekstual.

 

  1. b.   Menggunakan Model

Model diarahkan dari model konkret meningkat ke abstrak atau model dari situasi nyata untuk arah abstrak, dimana model tersebut akan dikembangkan oleh siswa sendiri.

 

  1. c.    Menggunakan Konstribusi Siswa

Kontribusi siswa yang besar pada proses belajar mengajar diharapkan dapat mengarahkan mereka dari metode informal mereka ke arah yang lebih formal atau baku.

 

  1. d.    Interaktifitas

Dalam pembelajaran, siswa harus terlibat secara interaktif, menjelaskan dan memberikan alasan pekerjaannya dalam memecahkan masalah, memahami pekerjaan temannya, menjelaskan dalam diskusi kelas sikapnya setuju atau tidak setuju dengan solusi temannya, menanyakan alternatif pemecahan masalah, dan merefleksikan solusi-solusi itu.

 

  1. e.    Terintegrasi dengan Topik Pembelajaran Lainnya

Dalam pembelajaran menggunakan pendekatan holistik, artinya bahwa

topik – topik belajar dapat dikaitkan dan diintegrasikan sehingga muncul pemahaman suatu konsep atau operasi secara terpadu.

 

  1. 5.    Fase-Fase Pembelajaran pada Pendekatan PMR

Tiga fase pembelajaran pendekatan PMR yaitu: fase pendahuluan, fase pengembangan, dan fase penutup.

 

  1. C.  Prestasi Belajar

 

  1. 1.    Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah kemampuan aktual siswa dalam memahami suatu konsep, yang dapat diukur dengan tes yang hasilnya dapat diwujudkan berupa skor dalam bentuk angka.

 

  1. 2.    Ciri – Ciri Prestasi Belajar

Ciri prestasi belajar yaitu ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku, sikap atau keterampilan yang bersifat permanen.

 

  1. 3.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

prestasi belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor dan merupakan interaksi dari faktor-faktor internal (psikologis) dan eksternal (lingkungan alami dan sosial)

 

  1. D.  Aktivitas Belajar

 

  1. 1.    Pengertian Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar adalah segala kegiatan yang dilakukan baik secara jasmani dan rohani selama poroses pembelajaran berlangsung.

  1. 2.    Jenis- Jenis Aktivitas Belajar

Jenis aktivitas belajar yaitu, (1) aktivitas visual, (2) aktivitas lisan (3) aktivitas mendengarkan, (4) aktivitas menggambar, (5) aktivitas menulis, (6) aktivitas mental, (7) aktivitas, (8) aktivitas emosional.

 

  1. E.  Pembelajaran Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar di SMP

 

  1. 1.    Bangun-Bangun yang Sebangun dan Kongruen

 

  1. a.    Dua Bangun Datar yang Sebangun

Dua bangun datar dikatakan sebangun jika sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua bangun itu sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian dari kedua bangun itu sebanding.

 

  1. b.   Dua Bangun Datar yang Kongruen

Syarat dua bangun yang kongruen ialah sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.

  1. 2.    Segitiga-Segitiga yang Sebangun dan Kongruen

  2. a.    Segitiga-Segitiga yang Sebangun

Dua segitiga dikatakan sebangun jika sisi yang bersesuaian sebanding atau sudut-susut yang bersesuaian sama besar.

 

  1. b.   Segitiga-Segitiga yang Kongruen

1)   Sifat Dua Segitiga yang Kongruen

Dua segitiga yang kongruen akan memenuhi sifat sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

2)   Syarat Dua Segitiga Kongruen

Dua segitiga dikatakan kongruen jika memenuhi salah satu syarat berikut.

a)    Dua sisi yang bersesuaian dari kedua segitiga tersebut sama panjang dan satu sudut yang diapit kedua sisi itu sama besar (S-Sd-S).

b)   Ketiga sisi yang bersesuaian dari kedua segitiga tersebut sama panjang(S-S-S).

c)    Duasudut yang bersesuaian dari kedua segitiga tersebut sama besar dan sisi yang berada diantaranya sama panjang. (Sd-S-Sd)

d)   Dua sudut yang bersesuaian dari kedua segitiga tersebut sama besar dan sisi yang berada di hadapannya sama panjang (Sd-Sd-S)

  1. F.   Penerapan Pendekatan PMR dalam Pembelajaran Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar

 

Untuk mengetahui masalah pembelajaran matematika di sekolah, khususnya di SMP berbagai pakar pendidikan matematika menyarankan agar siswa diarahkan mempelajari matematika dalam konteks dimana mereka dapat melihat penerapan matematika dalam situasi yang nyata.

Menerapkan pendekatan PMR kegiatan pembelajaran akan lebih menyenangkan, minat siswa terhadap matematika akan lebih besar karena secara tidak langsung mereka akan tahu pentingnya mempelajari matematika untuk aplikasi dalam memecahkan permasalah kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

bAB III

 

MetodE Penelitian

 

  1. A.  Pendekatan dan Jenis  Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pendekatan kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.

Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK model Kurt Lewin yang mengandung empat komponen pada setiap siklusnya, yaitu: (1) perencanaan; (2) tindakan; (3) pengamatan; (4) refleksi kemudian peneliti bersama guru dapat melakukan revisi terhadap rencana awal.

  1. B.  Kehadiran Peneliti

 Kehadiran peneliti di lapangan adalah sebagai guru di tempat penelitian, pengumpul data dan penganalisis data selama penelitian dilaksanakan.

 

  1. C.  Lokasi dan Subyek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Abang yang terletak di Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas  IX B SMP Negeri 1 Abang tahun pelajaran 2011/2012.

 

  1. D.  Data dan Sumber Data

Data yang dapat membantu tercapainya tujuan PTK ini adalah sebagai berikut.

  1. 1.    Data Aktivitas Belajar Siswa

Data tentang aktivitas belajar siswa menggambarkan suasana kelas serta partisipasi siswa saat pembelajaran berlangsung.

 

  1. 2.    Data Prestasi Belajar Siswa

Data tentang prestasi belajar siswa pada pra-siklus merupakan data sekunder yang diperoleh dari pencatatan dokumen sekolah. Sedangkan data tentang prestasi belajar siswa pada siklus I, II dan III merupakan data primer yang diperoleh dari hasil tes yang telah dilaksanakan pada tiap akhir siklus.

 

 

  1. 3.    Catatan Lapangan

Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan.

 

  1. 4.    Data Keterlaksanaan Pembelajaran

Data keterlaksanaan pembelajaran berisi hasil pengamatan mengenai pelaksanaan penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik.

 

  1. E.  Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan untuk di analisis adalah data aktivitas belajar siswa, data prestasi belajar siswa, catatan lapangan, dan data keterlaksanaan pembelajaran.

 

  1. 1.    Data Aktivitas Belajar Siswa

Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan metode observasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang berisikan enam indikator perilaku siswa yang akan diamati selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun indikator perilaku siswa tersebut adalah: (1) antusiasme siswa dalam proses pembelajaran (2) interaksi siswa dengan guru, (3) interaksi siswa dengan siswa lain, (4) kerjasama antar siswa, (5) aktivitas siswa dalam diskusi, (6) partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil pembahasan.

  1. 2.    Data Prestasi Belajar siswa

Data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes. Bentuk tes yang digunakan adalah tes uraian

 

  1. 3.    Catatan Lapangan

Data yang berupa catatan lapangan dikumpulkan dengan cara membuat catatan tentang apa yang didengar, dilihat, dialamai, dan dipikirkan saat penelitian dilakukan.

 

  1. 4.    Data Keterlakasanaan Pembelajaran

Data keterlaksanaan pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi yang berisikan 8 item kegiatan atau prilaku atau aktivitas guru yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang berlangsung menerapkan pendekatan pembelajaran matematika realistik.

 

  1. F.   Teknik Analisis Data

 

  1. 1.    Analisis Data Aktivitas Belajar Siswa

Analisis data aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran dilakukan secara deskriptif. Pembelajaran dikatakan optimal apabila aktivitas belajar siswa telah mencapai kriteria minimal aktif.

 

  1. 2.    Analisis Data Prestasi Belajar siswa

Untuk mengetahui  prestasi belajar siswa digunakan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif yaitu dengan menentukan rata-rata nilai prestasi belajar (M), Daya Serap (DS) dan Ketuntasan Belajar (KB) siswa masing-masing.

 

  1. 3.    Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran

Analisis data keterlaksanaan pembelajaran dilakukan secara deskriptif, yaitu dengan menentukan persentase keterlaksanaan pembelajaran. Pembelajaran dikatakan optimal apabila persentase keterlaksanaan pembelajaran mencapai minimal 75%.

 

  1. G.      Pengecekan Keabsahan Data

Untuk mengecek keabsahan data dalam penelitian ini diguanakan teknik triangulasi, pemeriksaan sejawat melalui diskusi dan konsultasi dengan dosen pembimbing.

 

  1. H.  Tahapan-Tahapan Penelitian

PTK ini akan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu Refleksi awal, Siklus I, Siklus II dan Siklus III.Tiap siklus terdiri atas empat komponen yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi.

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. A.  HASIL PENELITIAN

Pelaksanaan penelitian berlangsung dengan melibatkan 37 orang siswa kelas IX B semester I SMP Negeri 1 Abang selaku subyek penelitian.

 

Tabel 02: Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Siklus

Pertemuan ke-

RPP

Tanggal Pelaksanaan

I

I

01

20 Juli 2011

II

01

21 Juli 2011

III

Tes Akhir Siklus I

21 Juli 2011

II

IV

02

25 Juli 2011

V

02

27 Juli 2011

VI

Tes Akhir Siklus II

29 Juli 2011

III

VII

03

1 Agustus 2011

VIII

03

3 Agustus 2011

IX

Tes Akhir Siklus III

5 Agustus 2011

 

 

1. Hasil Analisis Data Aktivitas Belajar Siswa

            Tabel 03: Rangkuman Hasil Analisis Data Aktivitas Belajar Siswa

No

Siklus

 

Kategori

1

I

13,045

Cukup aktif

2

II

15,685

Aktif

3

III

19,025

Sangat aktif

 

2. Hasil Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran

Persentase keterlaksanaan pembelajaran untuk siklus I sebesar “81,5%”, siklus II sebesar “94%” dan siklus sebesar “100% ”.

3. Hasil Analisis Data Prestasi Belajar Siswa

 

Tabel 04: Rangkuman Hasil Analisis Data Prestasi Belajar Siswa

No

Indikator Prestasi

Pra Siklus

Siklus

Persentase peningkatan dari siklus ke siklus

I

II

III

0-I

I-II

II-III

1

Rata-Rata Nilai Prestasi belajar

56,70

64,47

71,42

76,19

13,70%

10,78%

6,67%

2

Daya Serap

56,70%

64,47%

71,42%

76,19%

13,70%

10,78%

6,67%

3

Ketuntasan Belajar

35%

64%

80%

92%

82,86%

25%

15 %

 

 

  1. B.  PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis data pra-siklus yang diperoleh dari hasil catatan dokumen sekolah, diketahui bahwa rata-rata nilai prestasi belajar siswa, daya serap dan ketuntasan belajar berturut-turut sebesar: “56,70”, “56,70%” dan 35%”. Berdasarkan hasil tersebut, maka pada siklus I dilaksanakan tindakan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa pada pra-siklus, yaitu dengan menerapkan pendekatan PMR dalam proses pembelajaran.

Karena hasil tindakan pada siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan, maka peneliti bersama guru melakukan refleksi untuk mengetahui kendala-kendala yang menjadi penyebab kurang berhasilnya pembelajaran.

Dari perbaikan tindakan tersebut ternyata pada siklus II diperoleh rata-rata skor aktivitas belajar siswa sebesar “15, 685” dengan kategori aktif. Prestasi belajar siswa yang diperoleh pada siklus II menunjukkan rata-rata nilai prestasi belajar siswa, daya serap dan ketuntasan belajar berturut-turut sebesar: “71,42”, “71,42%”, dan “80%”.

Karena hasil tindakan pada siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan, maka peneliti bersama guru melakukan refleksi untuk mengetahui kendala-kendala yang menjadi penyebab kurang berhasilnya pembelajaran. Dari hasil refleksi terhadap tindakaan  yang dilakukan pada siklus II, dilaksanakan penyempurnan pada siklus III.

Dari perbaikan tindakan tersebut ternyata pada siklus III diperoleh rata-rata skor aktivitas belajar siswa sebesar “19, 025” dengan kategori sangat aktif. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan sebagaimana dijelaskan pada bab III, aktivitas belajar siswa pada siklu II sudah memenuhi kriteria suatu pembelajaran dikatakan optimal. Prestasi belajar siswa yang diperoleh pada siklus III menunjukkan rata-rata nilai prestasi belajar siswa, daya serap dan ketuntasan belajar berturut-turut sebesar: “76,19”, “76,19%”, dan “92%”. Dari kondisi ini, diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa tergolong sangat aktif  dan rata-rata nilai, Daya Serap (DS), Ketuntasan Belajar (KB), serta keterlaksanaan pembelajaran pada siklus III telah memenuhi ktiteria suatu pembelajaran dikatakan optimal.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari siklus I sampai dengan siklus III terlihat bahwa ativitas belajar dan prestasi belajar siswa yang di tinjau dari rata-rata skor aktivitas siswa dan penggolongannya, rata-rata nilai prestasi belajar siswa, daya serap siswa, dan ketuntasan belajar siswa sudah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan . Selain itu terjadi peningkatan aktivitas  dan prestasi belajar dari siklus ke siklus. Sehingga melalui penerapan pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kususnya pada pembelajaran kesebangunan dan kekongruenan bangun datar.

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan PMR terjadi peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas IX B SMP Negeri 1 Abang Tahun Pelajaran 2011/2012 dalam pembelajaran kesebangunan dan kekongruenan bangun datar

B. Saran

  1. 1.     Kepada guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 1 Abang untuk mempertimbangkan pendekatan pembelajaran matematika realistik sebagai alternatif pembelajaran pada kegiatan belajar mengajar.
  2. 2.    Kepada pihak yang bertugas menyusun dan mengembangkan kurikulum mata pelajaran matematika, agar memasukkan pendekatan pembelajaran matematika realistik sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan belajar mengajar matematika.
  3. 3.    Kepada peneliti yang lain agar mengadakan penelitian secara lebih mendalam dengan subyek penelitian atau materi pokok yang berbeda.

 

 

 

Posted on August 3, 2013, in Matematika. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: